Bismillah...
Menu sarapan dan makan siang untuk hari ini adalah nasi bakar teri medan kemangi. Tiba-tiba pengen mbikin nasi bakar, memanfaatkan nasi semalam yang masih tersisa. Mumpung ada stok teri medan dan daun kemangi. Segera pagi-pagi heboh di dapur masak 2 macam masakan, untuk anak-anak sup tulang ayam bakso dan untuk saya dan suami, nasi bakar teri kemangi pedas ini. Alhamdulillah suami bersedia mencari daun pisang di sekitar rumah. Kebetulan di perumahan kami ada bbrp lahan kosong di pojok yang biasanya dimanfaatkan oleh warga perumahan untuk ditanami pepaya, pisang, mangga dan lain-lain. Dan biasanya daun pisangnya jadi milik bersama, alhamdulillah. Klo buah pisangnya khusus untuk warga yang menanam kali ya. Yang jelas seneng banget bisa mendapatkan daun pisang dengan mudah. Teringat waktu di Japan daun pisang harganya hampir 40rb per kemasan, sepertinya isi 1 lembar, saya ga pernah beli karena mahalnya...hehe :)
Nasi bakar ini mbikinnya mode shorcut ya, mirip nasi goreng yang kemudian dibungkus daun dan dibakar diatas kompor atau teflon. Jangan ditanya rasanya, sebungkus berasa kurang... hehe... perpaduan teri medan dan kemangi, rasanya gurih dah wangi. Andai ditambah ayam dan jamur pasti rasanya lebih mantap :) Tapi yang ini sudah mencukupi buat menu hari ini, berasa pengen mbikin lagi besok atau lusa, mumpung ada daun pisang..hehe. Nasi bakar ini sekaligus jadi menu bento suami. Kali ini fotonya dijepret oleh suami di kantornya, karena yang di rumah sudah habis ga sempat saya foto...keburu laper...hehe :) Buat yang penasaran pengen tau resepnya, silahkan disimak dibawah ini yaa :
